Dalam rangka menghadirkan kebahagiaan Idul Adha hingga ke pelosok Indonesia, Al-Hikmah Peduli kembali menyalurkan hewan qurban melalui program Qurban Pelosok 1447 H. Pada tahun ini, proses pemotongan dan penyaluran hewan qurban berlangsung dengan lancar di Desa Mauleum, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini merupakan wujud komitmen Al-Hikmah Peduli dalam mendistribusikan hewan qurban secara merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah pelosok yang membutuhkan.
Penyaluran 2 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing
Melalui amanah yang dititipkan oleh para pequrban, sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing berhasil disalurkan dan dipotong di lokasi pelaksanaan qurban.
Daging qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat di Desa Mauleum dan wilayah sekitarnya. Proses penyaluran dilakukan dengan memperhatikan prinsip pemerataan agar manfaat qurban dapat dirasakan secara luas.
Program Qurban Pelosok 1447 H menjadi salah satu ikhtiar Al-Hikmah Peduli dalam menebarkan manfaat ibadah qurban sekaligus memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan ukhuwah di tengah masyarakat.
204 Kepala Keluarga Menerima Manfaat
Sebanyak 204 Kepala Keluarga (KK) tercatat menerima manfaat dari program qurban tahun ini.Bagi masyarakat di wilayah pelosok seperti Desa Mauleum, kehadiran program ini menjadi momen penuh kebahagiaan dalam menyambut Idul Adha. Qurban yang tersalurkan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai berbagi.
Dari Amanah Menjadi Kebahagiaan
Al-Hikmah Peduli mengucapkan terima kasih kepada seluruh pequrban yang telah mempercayakan ibadah qurbannya melalui program ini.
Setiap amanah yang dititipkan telah menjadi jalan hadirnya kebahagiaan bagi masyarakat di pelosok negeri. Melalui program ini, semangat berbagi dan kepedulian terus dihadirkan agar manfaat qurban dapat dirasakan secara nyata oleh mereka yang membutuhkan.
Semoga setiap amal ibadah yang ditunaikan menjadi pahala yang berlipat ganda, diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menjadi keberkahan bagi para pequrban dan keluarga.
“Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

